Program ini juga telah melalui piloting di sejumlah daerah agar berjalan dengan baik. Selain itu, mekanisme sanggah secara digital juga ikut disiapkan supaya masyarakat yang berhak menerima bisa mengajukan diri secara online.
Tercatat, Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) Kementerian Komunikasi dan Digital telah memproses lebih dari 19,8 juta transaksi dalam pelaksanaan piloting Perlinsos Digital. Pengujian tersebut telah menjangkau sekitar 5,4 juta kepala keluarga (KK) hingga 28 September 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, hasil tersebut menjadi bukti bahwa SPLP telah diuji melalui transaksi nyata dalam mendukung pelaksanaan Perlinsos Digital.
“Berdasarkan rekapitulasi data per 28 September 2026, untuk Perlinsos Digital ini kita telah berhasil memproses lebih dari 19,8 juta transaksi atau sekitar 5,4 juta KK yang terlayani. Ini menjadi bekal untuk langkah-langkah kami berikutnya dalam persiapan menuju rollout,” ujar Menteri Meutya dalam Rapat Tingkat Menteri tentang Perluasan Perlinsos dan Rencana Implementasi Tahun 2027, belum lama ini.
Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyiapkan Agen Perlinsos untuk memperkuat akurasi data sekaligus menjembatani gap literasi digital penerima bansos. Agen ini akan berperan membantu masyarakat yang layak menerima bansos, namun belum masuk dalam data pemerintah.