"Karena belum semua masyarakat kita ini memiliki perangkat untuk mendaftarkan diri, atau juga mereka mungkin memiliki tapi tidak bisa menggunakan, ya, perlu bantuan-bantuan dari pihak lain. Siapa pun bisa menjadi Agen Perlinsos sebagai relawan," kata pria yang kerap disapa Gus Ipul itu.
Terpisah, pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah menilai, akurasi data penerima bansos selama ini menjadi tantangan dalam program perlinsos. Dengan kehadiran digitalisasi, isu akurasi data bisa ditingkatkan meski harus perlu diikuti pemutakhiran data secara berkala.
Dia menyebut digitalisasi bansos juga dapat menjadi solusi dalam jangka panjang. Namun pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan tantangan di wilayah yang jauh dari perkotaan, sehingga aksesnya menjadi lebih luas dan adil.
"Selama ini kan persoalan di akurasi data. Jadi keadilan juga lemah kan, karena ada yang yang sekarang ada penambahan ya, penambahan baru. Harapannya kan lebih tepat sasaran gitu," ujarnya.
Trubus juga menekankan pada pentingnya pemutakhiran dan verifikasi data dalam implementasi Perlinsos Digital. Dia menyebut pemerintah daerah (pemda) juga memiliki peran penting dalam memastikan data penerima sesuai dengan kondisi di lapangan.