Sebelumnya, Direktur DEWA Ricardo Silaen mengatakan, perseroan tengah bersiap memperluas portofolio bisnisnya dengan merambah sektor mineral kritis dan logam mulia di luar komoditas batu bara.
Manajemen kini mematangkan peta jalan jangka panjang untuk mengembangkan aset konsesi tambang milik sendiri sekaligus membidik komoditas mineral bernilai tambah tinggi.
"Secara historis kami memang kontraktor jasa pertambangan, tetapi visinya ke depan Darma Henwa ingin menjadi investment holding company. Ke depan kami tidak hanya mengandalkan batu bara, melainkan mulai masuk ke sektor lain dan mengembangkan aset sendiri, terutama tambang emas dan tembaga Gayo Mineral Resources di Aceh yang saat ini dalam fase eksplorasi," ujar Ricardo Silaen dalam podcast The Fundamentals yang disiarkan YouTube IDX Channel.
Untuk memperkuat ekosistem usaha dan menekan biaya operasional, perseroan telah mendirikan tiga unit bisnis pendukung, yakni DH Listrik, Arunika di sektor hospitality, dan DH Infrastruktur.
Pembentukan lini ketenagalistrikan ini dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) solar yang membengkak hingga dua kali lipat dan menjadi komponen beban terbesar pada alat berat konvensional.