IDXChannel - PT Phapros Tbk (PEHA) mencatat posisi Price to Earning Ratio (PE) sudah di bawah 10 kali dan price to book value (PBV) di bawah 1 kali.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan perusahaan, laba bersih PEHA melonjak 541 peraen menjadi Rp15,29 miliar pada semester I-2026, ditopang pertumbuhan penjualan, perbaikan margin kotor, pemulihan pendapatan lain-lain, dan penurunan beban keuangan.
Segmen Over the Counter (OTC) atau obat yang bisa dibeli tanpa menggunakan resep dokter, menjadi pendorong pertumbuhan dengan kenaikan penjualan 16,3 persen, sedangkan Obat Generik Berlogo tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar. Margin kotor kedua segmen turut meningkat.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder MikirDuit Surya Rianto, mengatakan bahwa PER Trailing Twelve Months) atau PE TTM Phapros 4,97 kali dan PBV 0,48 kali berada di bawah rata-rata historis tiga tahun. Perseroan juga menargetkan pertumbuhan penjualan di atas 20 persen pada tahun 2026.
Adapun tren pemulihan kinerja PEHA berlanjut hingga semester I-2026. Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 541 persen menjadi Rp15,29 miliar. Beberapa faktor pendukung lonjakan laba bersih perseroan antara lain: