Pertama, PEHA mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 5,37 persen menjadi Rp482,85 miliar. Pendapatan PEHA didorong oleh segmen obat OTC yang tumbuh 16,3 persen menjadi Rp108,17 miliar.
"Sementara itu, segmen pendapatan yang berkontribusi paling besar ke PEHA, yakni segmen Obat Generik Berlogo juga mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 5,46 persen menjadi Rp261,62 miliar," ujarnya dikutip riset Kamis (22/10/2026).
Kedua, beban pokok penjualan PEHA tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan. Beban pokok penjualan PEHA hanya naik 0,38 persen menjadi Rp239 miliar dibandingkan dengan penjualan yang tumbuh 5,37 persen. Secara keseluruhan, gross profit margin PEHA naik menjadi 50,43 persen dibandingkan dengan 47,96 persen pada periode sama tahun sebelumnya.
Posisi gross profit margin yang makin besar itu didorong dari dua segmen utama, yakni OTC dan Obat Generik Berlogo.
"Gross profit margin segmen OTC naik menjadi 58,63 persen dibandingkan dengan 49,41 persen pada periode sama periode sebelumnya. Gross profit margin segmen obat generik berlogo ini juga naik menjadi 39,18 persen dibandingkan dengan 37,07 persen," tuturnya.