“Seiring dengan adanya lonjakan kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI), dan memperhatikan kesiapan DMAS dalam menyediakan infrastruktur terbaik maupun fasilitas premium bagi para pemain data center kelas dunia, kami percaya permintaan lahan untuk data center masih terbuka lebar,” ujarnya.
Kenaikan target prapenjualan tersebut juga didukung oleh evaluasi perseroan terhadap prospek penjualan dan daftar calon transaksi (pipeline). DMAS optimistis permintaan dari sektor industri tetap menjadi pendorong utama pencapaian target hingga akhir tahun.
Selain mengandalkan penjualan lahan industri, perseroan terus mengembangkan segmen hunian dan komersial di Kota Deltamas. Pada kuartal III-2026, DMAS meluncurkan klaster hunian terbaru bernama Meliora.
Klaster dua lantai tersebut mengusung konsep A Better Way to Live dengan gaya arsitektur modern kontemporer. Pengembang menyasar pekerja profesional dan keluarga muda yang membutuhkan hunian di kawasan terpadu.
Tondy optimistis perseroan dapat mencapai target prapenjualan sebesar Rp2,95 triliun hingga akhir 2026. DMAS akan kembali mengandalkan penjualan lahan industri, yang didukung oleh penjualan produk hunian dan komersial.