Pada periode terakhir ketika cukai tidak mengalami kenaikan pada FY25, gross profit margin (GPM) HMSP dan GGRM meningkat dari masing-masing 15,7 persen dan 9,5 persen pada FY24 menjadi 18,8 persen dan 14,5 persen pada semester I-2026.
Dengan demikian, tarif cukai yang tetap pada FY27F diperkirakan menjadi katalis alias tailwind bagi sektor rokok melalui tekanan harga yang lebih rendah dan peluang perbaikan margin.
Karena itu, Indo Premier mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor rokok. Untuk tahun fiskal 2026, analis memperkirakan laba HMSP dan GGRM masing-masing tumbuh 23 persen dan 111 persen secara tahunan.
HMSP menjadi pilihan utama Indo Premier dengan pertimbangan imbal hasil dividen FY27F yang diperkirakan mencapai 10,7 persen serta peningkatan return on equity (ROE) dari 23,3 persen pada FY25 menjadi 28,2 persen pada FY26F.
Meski demikian, risiko yang perlu diperhatikan adalah lemahnya daya beli yang dapat mendorong downtrading lebih lanjut dan menekan volume penjualan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.