IDXChannel - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan penjualan bersih sebesar USD8,2 miliar atau Rp148 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perseroan juga mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar USD981 juta serta laba komprehensif USD394,9 juta.
Dalam periode tersebut, Chandra Asri mencatatkan margin EBITDA sebesar 12 persen. Perseroan juga mempertahankan posisi keuangan yang kuat dengan total aset USD14,2 miliar, ekuitas pemegang saham USD5 miliar, serta likuiditas mencapai USD4,2 miliar per 30 September 2026.
"Kinerja tersebut memperkuat transformasi Chandra Asri dari perusahaan petrokimia dengan satu lokasi operasi menjadi platform regional terdiversifikasi yang mencakup tiga pilar bisnis, yakni Energi dan Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas," kata General Manager Komunikasi Korporat Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).
Dari sisi peringkat kredit, PEFINDO meningkatkan prospek peringkat perseroan menjadi Positif dengan mempertahankan peringkat idAA-.
Pada segmen Energi dan Kimia, perseroan membukukan pendapatan USD8,7 miliar dengan hasil segmen sebesar USD604 juta. Di Singapura, program peremajaan aset, peningkatan operasional, dan integrasi bahan bakar penerbangan terus berjalan. Sementara itu, di Indonesia, pembangunan fasilitas soda kaustik dan etilena diklorida (ethylene dichloride/EDC) telah mencapai progres 80 persen.