Artinya, saham yang telah terkoreksi dalam tidak serta-merta memicu arus beli. Kejelasan arah kebijakan dan perbaikan tata kelola pasar menjadi faktor penting untuk memulihkan kepercayaan investor.
Di sisi lain, koreksi tajam turut membuat valuasi pasar saham Indonesia semakin terdiskon.
Dalam riset yang sama, P/E forward IHSG berada di kisaran 6,5-7 kali, sedangkan rasio harga terhadap nilai buku (price to book value/PBV) tercatat 1,29 kali. Potensi imbal hasil dividen (dividend yield) juga mendekati 7 persen.
Valuasi tersebut membuka peluang bagi investor untuk mengakumulasi saham secara selektif, terutama emiten dengan fundamental kuat, pertumbuhan laba berkelanjutan, dan konsistensi pembagian dividen.
Namun, valuasi murah bukan jaminan pemulihan berlangsung cepat. Pengalaman krisis sebelumnya menunjukkan bahwa pasar dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kembali ke puncak, bahkan ketika tekanan terburuk telah berlalu. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.