Ekosistem pasar modal domestik dinilai kian matang seiring meningkatnya kesadaran emiten dalam mempublikasikan rekam jejak tata kelola lingkungan dan sosialnya. Keterbukaan informasi ini menjadi modal berharga bagi investor untuk menakar profil risiko serta prospek fundamental jangka panjang perusahaan.
"Setidaknya bisa kita lihat dari sisi keterbukaan informasi, 85 persen perusahaan tercatat telah menyampaikan paparan keberlanjutan, dan lebih dari 51 perusahaan dalam Indeks IDX-30 telah memiliki komitmen ESG yang menjadi agenda tersendiri dari korporasi," kata Iding.
Pertumbuhan minat investasi hijau juga tecermin nyata pada ekspansi dana kelolaan produk reksa dana berbasis lingkungan di lantai bursa. Ke depan, regulator bursa telah menyiapkan klasifikasi khusus untuk mengapresiasi emiten yang aktif menjalankan transisi operasional ramah lingkungan.
"Hingga September 2026 dana kelolaan ESG Fund yang mencakup ETF mencapai sekitar Rp5,85 triliun, akumulasi penerbitan obligasi dan sukuk keberlanjutan sejak 2018 menembus Rp89,46 triliun, dan Bursa Efek Indonesia akan memberikan green equity designation pada tiga perusahaan yang di dalamnya termasuk kategori transisi," katanya.
(Rahmat Fiansyah)