IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan pendapatan sebesar Rp2,59 triliun pada 2027, meningkat 14,16 persen dibandingkan dengan target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026.
Sejalan dengan itu, Bursa membidik laba bersih sebesar Rp563,90 miliar, tumbuh 22,76 persen dari target tahun sebelumnya.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, pertumbuhan pendapatan pada 2027 akan ditopang oleh sejumlah sumber utama mulai dari aktivitas transaksi efek, jasa pencatatan efek, hingga layanan data kebursaan.
Dari sisi neraca, BEI menargetkan total aset mencapai Rp9,12 triliun dan ekuitas sebesar Rp7,66 triliun pada 2027.
"Rencana kerja tahun 2027 disusun secara konkret untuk memperkuat fundamental Bursa Efek Indonesia, sekaligus mempersiapkan kapasitas yang diperlukan untuk mendukung target strategis," ujar Jeffrey dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara virtual, Rabu (28/10/2026).
Untuk mendukung target tersebut, BEI menyiapkan 51 rencana kerja pada 2027 dengan total anggaran Rp596,4 miliar. Anggaran itu dibagi ke dalam dua kelompok utama, yakni pilar bisnis sebesar Rp186,8 miliar atau 31,3 persen dan program enabler sebesar Rp409,7 miliar atau 68,7 persen.
Anggaran pilar bisnis akan digunakan untuk mendorong pertumbuhan transaksi, mengembangkan bisnis nontransaksi, meningkatkan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat, serta memperluas inklusivitas pasar bagi investor.
Sementara itu, program enabler diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dan kapabilitas pendukung operasional bursa. Dari total anggaran kelompok ini, sebesar Rp380,7 miliar dialokasikan untuk penguatan dan optimalisasi aset teknologi.
Investasi teknologi tersebut ditujukan untuk menjaga keandalan sistem, meningkatkan kapasitas layanan, serta mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan dalam pengembangan pasar ke depan.
"Melalui alokasi rencana kerja tersebut, kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan program pada 2027 tidak hanya mendukung kebutuhan operasional dan pencapaian kinerja tahunan, tetapi juga memperkuat kesiapan Bursa Efek Indonesia dalam menjalankan tahapan transformasi berikutnya," tutur Jeffrey.
(DESI ANGRIANI)