Untuk mendukung target tersebut, BEI menyiapkan 51 rencana kerja pada 2027 dengan total anggaran Rp596,4 miliar. Anggaran itu dibagi ke dalam dua kelompok utama, yakni pilar bisnis sebesar Rp186,8 miliar atau 31,3 persen dan program enabler sebesar Rp409,7 miliar atau 68,7 persen.
Anggaran pilar bisnis akan digunakan untuk mendorong pertumbuhan transaksi, mengembangkan bisnis nontransaksi, meningkatkan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat, serta memperluas inklusivitas pasar bagi investor.
Sementara itu, program enabler diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dan kapabilitas pendukung operasional bursa. Dari total anggaran kelompok ini, sebesar Rp380,7 miliar dialokasikan untuk penguatan dan optimalisasi aset teknologi.
Investasi teknologi tersebut ditujukan untuk menjaga keandalan sistem, meningkatkan kapasitas layanan, serta mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan dalam pengembangan pasar ke depan.
"Melalui alokasi rencana kerja tersebut, kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan program pada 2027 tidak hanya mendukung kebutuhan operasional dan pencapaian kinerja tahunan, tetapi juga memperkuat kesiapan Bursa Efek Indonesia dalam menjalankan tahapan transformasi berikutnya," tutur Jeffrey.
(DESI ANGRIANI)