sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bank Raya (AGRO) Cetak Laba Bersih Rp42 Miliar hingga Kuartal III-2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
30/10/2026 09:00 WIB
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan laba bersih sebesar Rp42 miliar hingga kuartal III-2026.
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan laba bersih sebesar Rp42 miliar hingga kuartal III-2026. (Foto: Ist)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan laba bersih sebesar Rp42 miliar hingga kuartal III-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), anak usaha digital BRI Group, membukukan laba bersih sebesar Rp21 miliar pada kuartal III-2026. Capaian ini melengkapi perolehan laba bersih perseroan yang tercatat sebesar Rp42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan bahwa keberhasilan mencatatkan profitabilitas pada sembilan bulan pertama tahun ini didorong oleh upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem bisnis digital, meningkatkan kualitas layanan, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"Kami terus mengoptimalkan Aplikasi Raya sebagai kanal utama layanan perbankan digital yang dapat memberikan kemudahan dan nilai tambah bagi nasabah. Ke depan, Bank Raya akan terus memperkuat inovasi dan memperluas akses keuangan digital guna mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," kata Bagus dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).

Perolehan laba bersih perseroan ditopang oleh pertumbuhan dana tabungan digital (Digital Saving) Bank Raya yang melonjak 35,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai Rp2,4 triliun. Sejalan dengan itu, frekuensi transaksi melalui Aplikasi Raya melesat 44,7 persen yoy hingga menembus 4,9 juta transaksi.

Pertumbuhan simpanan digital mendorong porsi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) Bank Raya meningkat signifikan ke level 35,83 persen, dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya sebesar 29,78 persen.

Dari sisi penyaluran pembiayaan, kredit digital akumulatif Bank Raya tercatat mencapai Rp24,73 triliun atau naik 20 persen yoy, dengan nilai outstanding kredit digital sebesar Rp3,04 triliun (tumbuh 11,3 persen yoy).

Dalam memperluas pasar, Bank Raya menerapkan strategi eksploitasi untuk mengoptimalkan sinergi ekosistem BRI Group, serta strategi eksplorasi untuk merambah segmen baru.

Produk unggulan Pinang Dana Talangan yang memfasilitasi kebutuhan modal agen BRILink dan Agen Gadai mencatatkan akumulasi penyaluran Rp22,01 triliun (tumbuh 25,3 persen yoy) kepada lebih dari 72 ribu agen, dengan outstanding mencapai Rp1,2 triliun (naik 32,3 persen yoy).

Sementara itu, outstanding produk kredit digital Pinang Maksima tumbuh 47,8 persen yoy menjadi Rp1 triliun. Di tengah ekspansi kredit, Bank Raya berhasil menekan rasio kredit bermasalah. Rasio NPL Gross melandai 203 bps menjadi 2,53 persen yoy, sedangkan NPL Net turun 131 bps menjadi 0,41 persen yoy.

Profitabilitas perseroan juga mencatatkan perbaikan yang tercermin dari rasio Net Interest Margin (NIM) yang naik 83 bps yoy menjadi 5,83 persen.

Kondisi likuiditas dan permodalan berada di tingkat aman, ditunjukkan oleh Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 78,65 persen, Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 707,4 persen, Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 167,59 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tebal di level 42,35 persen.

Bagus menegaskan bahwa Bank Raya akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, kualitas aset, dan ketahanan permodalan.

"Kami meyakini bahwa penguatan ekosistem digital yang disertai dengan pengelolaan risiko secara prudent merupakan fondasi penting untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan. Dengan dukungan BRI Group dan pengembangan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, kami optimistis dapat terus memperluas akses layanan keuangan digital di Indonesia,” pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement