Disiplin biaya menjadi salah satu faktor utama yang membantu menjaga profitabilitas.
Total biaya produksi per ton, tidak termasuk royalti, turun dari sekitar USD60 per ton pada 2012 menjadi USD39 per ton pada 2016. Penurunan kembali terjadi dari USD76 per ton pada 2022 menjadi USD50 per ton pada 2025.
Sementara itu, EBITDA per ton emiten dalam cakupan riset mampu bertahan di kisaran USD13-USD15 per ton selama periode penurunan harga.
Ketahanan tersebut juga tercermin dari imbal hasil dividen yang rata-rata mencapai sekitar 10 persen selama 2008-2025. Untuk 2026, CGSI memperkirakan dividend yield emiten dalam cakupannya berada di kisaran 7-13 persen.
Risiko kebijakan
Meski prospek harga batu bara membaik, CGSI menilai ketidakpastian kebijakan pemerintah masih menjadi faktor yang perlu diperhitungkan investor.