CGSI memperkirakan harga batu bara Newcastle rata-rata mencapai USD133 per ton pada 2026 dan USD131 per ton pada 2027, sebelum turun secara bertahap menjadi USD125 per ton pada 2028.
Menurut analis, kuatnya permintaan global menjadi salah satu penopang utama harga. Badan Energi Internasional (IEA) mencatat permintaan batu bara global mencapai rekor 8,8 miliar ton pada 2025, dengan China dan India menyumbang sekitar 71 persen dari total permintaan.
Faktor geopolitik juga turut menopang harga. Gangguan di Selat Hormuz pada Februari 2026 mendorong harga batu bara Newcastle ke USD126 per ton pada Maret, mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2022. Harga kemudian mencapai sekitar USD153 per ton pada kuartal II-2026.
Ketahanan laba dan dividen
CGSI juga melihat fundamental emiten batu bara relatif tangguh menghadapi siklus penurunan harga.
Berdasarkan kajian terhadap periode 2008-2025 yang mencakup sembilan siklus, emiten dalam cakupan analis tetap mencatat laba dan membagikan dividen setiap tahun.