Di sisi lain, Astra tetap mempertahankan fokus pada tiga bisnis utama, yakni otomotif, jasa keuangan, serta mining solutions and equipment. Ketiga segmen tersebut berkontribusi sekitar 90 persen terhadap pendapatan konsolidasi Astra.
"Pada tiga bisnis ini kami masih melihat banyak peluang pertumbuhan ke depan, dan kami akan terus memperkuatnya, akan terus mempertahankan fokus strategi kita kepada tiga bisnis ini, sambil kemudian kami sudah memilih platform yang lebih jelas juga terhadap wider businesses," ujarnya.
Pada sektor otomotif, Astra akan mengoptimalkan ekosistem yang telah dibangun selama puluhan tahun, mulai dari manufaktur, distribusi, penjualan ritel, pembiayaan, asuransi, layanan purnajual hingga kendaraan bekas.
Sementara pada sektor jasa keuangan, Astra memiliki bisnis pembiayaan konsumen, pembiayaan alat berat, layanan digital, fintech, asuransi umum, hingga asuransi jiwa. Bisnis tersebut didukung basis pelanggan yang luas, jaringan pembiayaan nasional, serta kemampuan analisis kredit dan penagihan.
Adapun pada bisnis heavy equipment and mining solutions, Astra mengandalkan PT United Tractors Tbk (UNTR) yang memiliki rantai bisnis terintegrasi, mulai dari distribusi alat berat, kontraktor pertambangan, hingga kepemilikan tambang, termasuk komoditas emas dan nikel.
(DESI ANGRIANI)