Pertumbuhan terutama didorong oleh peningkatan kinerja divisi agribisnis, seiring kenaikan harga dan produktivitas. Divisi properti juga mencatatkan perbaikan kinerja berkat kontribusi platform pergudangan industri yang baru diakuisisi.
Segmen ini membukukan pos-pos nonberulang sebesar Rp766 miliar, terutama berasal dari kerugian penyesuaian nilai wajar investasi ekuitas. Setelah memperhitungkan pos tersebut, laba bersih yang dilaporkan meningkat 7 persen menjadi Rp1,8 triliun.
(DESI ANGRIANI)