sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Astra (ASII) Kantongi Laba Rp21,6 Triliun hingga September, Bisnis Otomotif dan Keuangan Tumbuh

Market news editor Desi Angriani
28/10/2026 19:28 WIB
Laba tersebut turun 12 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp24,47 triliun.
Astra (ASII) Kantongi Laba Rp21,6 Triliun hingga September, Bisnis Otomotif dan Keuangan Tumbuh (Foto: dok ASII)
Astra (ASII) Kantongi Laba Rp21,6 Triliun hingga September, Bisnis Otomotif dan Keuangan Tumbuh (Foto: dok ASII)

Pada divisi pembiayaan konsumen, piutang pembiayaan bersih mencapai Rp132 triliun, naik 6 persen dibandingkan dengan Desember 2025. Nilai pembiayaan baru meningkat 8 persen menjadi Rp92,5 triliun, ditopang pertumbuhan pembiayaan otomotif baru dan pembiayaan multi-cycle.

Kontribusi laba bersih perusahaan pembiayaan sepeda motor meningkat 4 persen menjadi Rp3,6 triliun. Adapun kontribusi perusahaan pembiayaan mobil naik 6 persen menjadi Rp1,9 triliun.

Sementara itu, perusahaan asuransi Grup membukukan kontribusi laba bersih Rp1,4 triliun, meningkat 9 persen berkat kenaikan pendapatan operasional dan pendapatan investasi.

Bisnis Pertambangan dan Alat Berat Tertekan

Berbeda dengan otomotif dan jasa keuangan, bisnis solusi pertambangan dan alat berat masih menghadapi tekanan. Laba bersih segmen ini sebelum pos-pos nonberulang turun 28 persen menjadi Rp5,1 triliun hingga September 2026.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya penjualan emas dari tambang Martabe, yang sempat menghentikan produksi pada awal tahun, serta penurunan kuota produksi batu bara nasional melalui alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Kondisi tersebut menekan permintaan alat berat dan jasa pertambangan, sekaligus mengurangi volume produksi batu bara.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement