Rudi sapaan akrabnya menjelaskan, pembukaan aktivitas menyeluruh terhadap pengambilan gambar, kegiatan komersial, dan nonkomersial di kawasan Gunung Bromo didasari pada kondisi dilapangan dan cuaca terkini serta penurunan tingkat kerawanan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yang saat ini dinilai telah membaik.
"Hasil pemantauan kelembapan vegetasi, curah hujan harian, dan pemetaan titik panas (hotspot), tingkat kerawanan kebakaran hutan di seluruh kawasan TNBTS saat ini telah menurun ke tingkat aman terkendali, dan evaluasi kondisi lapangan, serta dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan aktivitas wisata, keberlangsungan sosial ekonomi masyarakat dan pelaku jasa wisata," jelasnya.
Meski sudah dibuka normal kata Rudi, pengunjung tetap harus mengajukan permohonan izin kepada pihak pengelola taman nasional, agar mengajukan permohonan sesuai peraturan perundangan yang berlaku di kawasan konservasi.
Ia juga meminta pengunjung untuk tetap mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan oleh pengelola.
"Ketentuan perizinan seluruh pemohon izin shooting dan event kegiatan diproses sesuai Standar Operasional Prosedur yang berlaku pada Balai Besar TNBTS," terangnya.