Selain teksturnya yang juicy, nilai eksklusivitas hidangan ini juga dipengaruhi oleh ketersediaan bahannya yang relatif terbatas. Sebab, satu ekor ikan tuna berukuran besar hanya menghasilkan dua potong rahang.
"Ini salah satu hot orders sekarang, karena semua restoran Indonesia lagi pada jualan ini. Dan barangnya sedikit, satu tuna cuma bisa dapat kiri-kanan," tambah Chef Arcad.
Ukuran rahang tuna yang disajikan pun tak main-main. Porsi yang dihidangkan umumnya berasal dari tuna berbobot besar, di mana satu potong rahangnya saja bisa mencapai berat 400–600 gram. Kendati setiap jenis ikan tuna di perairan Indonesia memiliki bentuk fisik yang beragam, karakter rasa gurih-gurih manis alaminya tetap konsisten di lidah.
“Untungnya, tuna di Indonesia tuh jenisnya macam-macam. Kalau teman-teman lihat, ini ada yang bulat; nanti kalau ketemu ada yang panjang. Karena tuna itu modelnya macam-macam. Cuma kebetulan di perairan kita tunanya walaupun beda-beda jenisnya, tapi secara rasa masih mirip-mirip dan masih dekat-dekat,” beber dia.
Lebih lanjut, Chef Arcad menuturkan bahwa khusus di Antarasa sendiri, rahang tuna menjadi salah satu menu spesial yang sudah ada sejak dulu. Namun, kali ini penyajian sedikit berbeda dengan model makanan yang lebih umum, ditambah dengan rasa khas kenikmatan Sambal Dabu-Dabu khas Manado.