Pendirian jaringan toko desa ini dirancang memiliki fungsi khusus yang membedakannya secara mendasar dengan gerai ritel modern swasta. Badan Pengelola BUMN atau Danantara telah menginstruksikan korporasi pelat merah terkait untuk mengikat kerja sama pasokan komoditas bersubsidi dan pembiayaan produktif.
"Koperasi ini kan bukan supermarket, tapi infrastruktur pemerintah yang menangani masalah subsidi dan bantuan. Karena itu BUMN sudah tanda tangan PKS (perjanjian kerja sama) agar per 1 Oktober pupuk langsung drop di situ, beras SPHP, bantuan pangan, gas 3 kilo, hingga agen BRI Link dan PNM Mekaar," ucapnya.
Melalui integrasi pasokan BUMN, gerai Kopdes tidak hanya menyalurkan barang subsidi fisik seperti pupuk tanaman, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan pangan rutin, serta tabung gas elpiji 3 kilogram. Fasilitas tersebut juga merangkap loket pembayaran tagihan listrik, layanan transaksi perbankan BRI Link, dan pembiayaan mikro PNM Mekaar berbunga subsidi.
Seluruh pengelola gerai ditargetkan telah menempati pos tugas masing-masing tepat pada hari pertama pembukaan operasional. Pemerintah pun menjadwalkan rapat pengawasan berkala bersama jajaran direksi perseroan negara untuk memetakan kesiapan gerai di lapangan.
"Penempatan manajer selesai 1 Oktober dan mereka langsung mulai bekerja. Lalu pada 7 Oktober kita akan evaluasi bersama deputi dan wakil-wakil para dirut untuk mengecek titik-titik mana saja yang sudah terisi," ujar Zulhas.
(NIA DEVIYANA)