"Tahap berikutnya dalam transisi energi Indonesia, bukan hanya mengenai seberapa besar kapasitas energi terbarukan yang dibangun, tapi juga seberapa efektif energi tersebut dapat diintegrasikan dan dimanfaatkan," ujar Vice President, Middle East and Asia, Wärtsilä Energy, Frederic Carron, dalam kesempatan yang sama.
Dengan perencanaan sistem tenaga yang lebih fleksibel sejak saat ini, menurut Carron, maka bakal dapat sangat membantu Indonesia dalam menghindari tantangan keandalan dan stabilitas ketika penetrasi energi terbarukan semakin tinggi.
(taufan sukma)