IDXChannel - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pemerintah tengah merancang revisi aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) guna mendorong porsi penukaran valuta asing, khususnya dolar AS, ke dalam mata uang rupiah secara lebih optimal.
Langkah ini disiapkan sebagai strategi Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan untuk memperkuat pasokan valas serta memperdalam pasar keuangan domestik di tengah dinamika ekonomi global.
“Memang sedang dirancang perubahan aturan DHE, yang pada intinya adalah untuk mendorong tingkat konversi yang lebih tinggi bagi dolar AS yang masuk sebagai devisa hasil ekspor,” kata Suahasil dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Suahasil menerangkan bahwa peningkatan rasio konversi devisa ekspor ini disiapkan sebagai strategi pemerintah untuk memperkuat pendalaman pasar keuangan serta pasokan valas di dalam negeri.
“Kami ingin supaya devisa hasil ekspor tersebut bisa dikonversi lebih tinggi dan kemudian menjadi penguatan untuk sektor keuangan atau pasar keuangan kita,” ujarnya.
Sebagai catatan, skema DHE SDA saat ini berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 yang diimplementasikan sejak 1 Juni 2026.
Regulasi tersebut mewajibkan para eksportir sektor SDA menempatkan devisa hasil ekspor ke dalam rekening khusus (reksus) pada bank milik negara (Himbara).
Dalam ketentuan eksisting, eksportir sektor nonmigas wajib menempatkan 100 persen DHE SDA selama 12 bulan.
Sementara untuk sektor migas, kewajiban penempatan minimal sebesar 30 persen selama sedikitnya 3 bulan, dengan batasan konversi valas ke rupiah maksimal 50 persen dari total DHE SDA perusahaan.
(NIA DEVIYANA)