sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Yield SBN Tembus 7,7 Persen, Suahasil Pastikan Pembiayaan APBN Tetap Kredibel

Economics editor Nia Deviyana
31/10/2026 05:02 WIB
Kenaikan imbal hasil obligasi negara ke level 7,7 persen dinilai mencerminkan transmisi tekanan pasar keuangan global terhadap instrumen surat utang pemerintah.
Yield SBN Tembus 7,7 Persen, Suahasil Pastikan Pembiayaan APBN Tetap Kredibel. Foto: iNews Media Group.
Yield SBN Tembus 7,7 Persen, Suahasil Pastikan Pembiayaan APBN Tetap Kredibel. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan lonjakan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) yang menyentuh level 7,7 persen pada akhir Oktober 2026 tetap dikelola dalam koridor pembiayaan anggaran yang terukur. 

Kementerian Keuangan memastikan penarikan pembiayaan utang tetap dijalankan sesuai target APBN guna menjaga kesinambungan belanja negara yang adaptif di tengah pengetatan likuiditas global.

Kenaikan imbal hasil obligasi negara ke level 7,7 persen dinilai mencerminkan transmisi tekanan pasar keuangan global terhadap instrumen surat utang pemerintah. Kendati biaya dana atau cost of fund mengalami penyesuaian, otoritas fiskal menegaskan penarikan pembiayaan tetap berpatokan pada target yang telah dipatok dalam undang-undang anggaran.

"Pembiayaan kita sudah disampaikan di APBN dan kita jalankan sehingga bisa menciptakan APBN yang kredibel, termasuk menuntaskan pembiayaan yang memang harus dijalankan," ujar Suahasil selepas acara Rapimnas Kadin Indonesia, di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Penarikan pembiayaan melalui penerbitan surat utang tersebut diarahkan langsung untuk menjamin kesinambungan pos-pos belanja prioritas nasional. Pemerintah merancang alokasi pengeluaran kas negara dengan ruang gerak yang adaptif agar mampu meredam rambatan gejolak eksternal.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement