Fajarini berharap kerja sama tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap ekspor berbagai komoditas pertanian Indonesia, mulai dari kopi, kakao, kelapa, hingga rempah-rempah.
Sementara itu, President Director Nestlé Indonesia Georgios Badaro menyampaikan bahwa pelepasan ekspor kopi siap minum ke Australia menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam memperluas pasar ekspor dari Indonesia.
Dia menyebut dukungan pemerintah turut membantu perusahaan meningkatkan ekspor produk yang diproduksi di Indonesia.
"Ini merupakan kerja sama yang saling menguntungkan. Dukungan yang kami terima sangat membantu kami untuk terus meningkatkan ekspor, tidak hanya bagi Nestlé, tetapi juga bagi Indonesia," kata dia.
Georgios mengungkapkan, hingga akhir 2026, volume ekspor produk jadi Nestlé Indonesia diperkirakan melampaui 50 ribu ton. Produk tersebut berasal dari empat pabrik perusahaan yang beroperasi di Indonesia dan dipasarkan ke puluhan negara.
"Kami dengan senang hati menyampaikan bahwa hingga akhir tahun ini, volume ekspor produk jadi kami diperkirakan akan melampaui 50 ribu ton. Produk-produk tersebut berasal dari empat pabrik yang kami miliki di Indonesia. Produk ekspor ini akan dikirim ke lebih dari 30 negara yang tersebar di tiga benua," ujarnya.
(Dhera Arizona)