Menurutnya, nilai ekspor tersebut masih berpotensi meningkat. Selain mendorong ekspor, kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia, khususnya di tingkat petani.
"Nah tentunya ini bisa lebih tinggi lagi. Dan yang kedua yang paling penting adalah dengan kerja sama ini kita tentu ingin memperkuat yang pertama, bagaimana meningkatkan daya saing di sisi hulu khususnya di petani karena kan kita juga punya program desa bisa ekspor," ujar Fajarini.
Dia menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup peningkatan kapasitas dan produktivitas petani, sekaligus memperkuat rantai pasok produk pertanian agar dapat menjangkau pasar internasional melalui jaringan Nestlé.
"Jadi meningkatkan kapasitas petani dan juga produktivitas produk-produk berbasis agriculture dan yang kedua ini tadi memperkuat rantai suplai, penguatan program desa bisa ekspor ini supaya bisa masuk ke dalam rantai suplai dunia melalui jaringan yang dimiliki oleh Nestlé," kata dia.