Sementara dari sisi pendanaan, IIF juga semakin memperkuat struktur pendanaan melalui fasilitas pinjaman sebesar USD30 juta, fasilitas Term Loan & Treasury Line sebesar Rp500 miliar, serta penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Perpetual Tahap I sebesar Rp220 miliar.
"Capaian yang diraih sepanjang tahun ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap solusi pembiayaan dan advisory berkelanjutan terus meningkat," Rizki.
Dengan dukungan dari para pemegang saham, regulator, lembaga keuangan, investor, dan mitra strategis, Rizki juga menyatakan bahwa pihaknya akan senantiasa memperkuat peran sebagai mitra pembangunan yang menjembatani kebutuhan infrastruktur Indonesia dengan sumber pendanaan dan keahlian global.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan para stakeholders, memperluas kapabilitas pembiayaan dan advisory, serta mendukung proyek-proyek infrastruktur yang memberikan kelayakan komersial, nilai sosial, dan dampak lingkungan yang positif bagi Indonesia," ujar Rizki.
(taufan sukma)