“Ada konsesi 28 tahun di Maluku, Masela. 28 tahun tidak dikerjakan,” ceritanya.
Presiden juga menceritakan pengalamannya ketika melakukan kunjungan ke Jepang dan bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan energi yang terlibat dalam proyek Blok Masela. Dia menyatakan bahwa pemerintah siap mengambil langkah pencabutan hak pengelolaan apabila perusahaan tidak lagi menunjukkan keseriusan menjalankan proyek.
“Saya terbang ke Jepang, saya ketemu tokoh-tokoh di Jepang. Saya tanya dengan hormat, saya tanya dengan sopan. Sebagai Presiden, saya harus sopan. Saya bertanya dengan baik, ‘Yang Mulia, apakah pihak Jepang, pihak INPEX, masih tertarik mengerjakan proyek ini? Kalau tidak, terpaksa kami harus mencabutnya," katanya.
Bagi Prabowo, persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut hubungan antara pemerintah dan investor, melainkan juga kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap pembangunan ekonomi dan pemanfaatan sumber daya energi.
"Rakyat kami sangat membutuhkan. Rakyat kami masih banyak yang hidupnya susah. Insyaallah, pihak INPEX yang hadir kemarin telah berjanji bahwa dalam enam bulan kegiatan proyek sudah akan dimulai. Ya, kita lihat saja nanti," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)