sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perkuat Rantai Pasok, Indonesia dan Rusia Sepakati Perluasan Relasi Bisnis Strategis

Economics editor Rohman Wibowo
17/10/2026 15:02 WIB
Pertemuan tingkat tinggi ini mematangkan peta jalan kolaborasi yang telah diintensifkan sepanjang satu tahun terakhir.
Perkuat Rantai Pasok, Indonesia dan Rusia Sepakati Perluasan Relasi Bisnis Strategis
Perkuat Rantai Pasok, Indonesia dan Rusia Sepakati Perluasan Relasi Bisnis Strategis

IDXChannel - Pemerintah Indonesia dan Rusia memperkuat relasi bisnis bilateral di ranah rantai pasok dan ketahanan industri kedua negara.

Komitmen strategis tersebut direalisasikan dalam pertemuan bisnis antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov.

Pertemuan tingkat tinggi ini mematangkan peta jalan kolaborasi yang telah diintensifkan sepanjang satu tahun terakhir.

Dialog bilateral ini sekaligus mengeksekusi arahan tindak lanjut atas kesepakatan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada September 2026, serta implementasi hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 RI-Rusia di Kazan pada Mei 2026.

Menko Airlangga mengatakan, penguatan poros ekonomi ini bertumpu pada kemitraan langsung antarpelaku usaha, ekspansi investasi, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas industri nasional.

“Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10/2026).

Secara khusus, kedua negara membidik integrasi pada sektor manufaktur perkapalan dan industri kedirgantaraan untuk membangun rantai produksi yang lebih kompetitif.

Kedekatan ekonomi Jakarta dan Moskow sendiri tercermin dari tren neraca dagang yang melonjak signifikan.

Sepanjang 2025, nilai perdagangan bilateral menembus angka USD 4,84 miliar atau melonjak 21,6 persen dibandingkan realisasi 2024 yang bertengger di level USD 3,98 miliar. 

Arus pasokan komoditas vital seperti pupuk dari Rusia, serta minyak kelapa sawit, kopi, kakao, dan komoditas pertanian dari Indonesia, terbukti menjadi pilar penopang stabilitas pasokan kedua belah pihak.

Menurut Airlangga, kehadiran delegasi korporasi Negeri Beruang Merah dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 menjadi momentum krusial untuk mengikat kesepakatan komersial riil. Forum bisnis ini dirancang guna memacu diversifikasi pasar dan memperluas rantai pasok industri lintas kawasan.

Pandangan senada disampaikan DPM Manturov. Dia menilai jejaring kontak antarbisnis adalah pendorong utama perluasan volume perdagangan kedua negara.

Kehadiran delegasi Rusia di TEI 2026 pekan ini merupakan kelanjutan dari keterlibatan Indonesia sebagai negara mitra utama dalam pameran industri INNOPROM di Yekaterinburg pada Juli lalu.

"Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri," kata DPM Manturov.

Selain kemitraan industri, penguatan jaringan pasok kedua negara akan ditopang oleh penyelesaian perundingan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Pakta perdagangan bebas ini diproyeksikan membuka gerbang pasar yang lebih luas bagi produk ekspor andalan tanah air, mulai dari minyak sawit mentah, tekstil, kopi, kakao, hingga produk furnitur ke seluruh negara anggota EAEU.

Proses ratifikasi perjanjian dagang tersebut kini telah memasuki tahap final. Kedua belah pihak menargetkan tuntasnya seluruh prosedur administrasi sebelum penutupan tahun 2026, sehingga perjanjian dapat segera berlaku efektif dan langsung menggerakkan aktivitas para pelaku usaha.

Seturut itu, kedua belah negara bersepakat memperdalam integrasi di sektor-sektor penopang utama, mencakup ketahanan pangan lewat pertanian, alih teknologi, industri manufaktur, hingga penguatan rantai pasok secara berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement