Program ini juga diselaraskan dengan penyaluran stimulus ekonomi tahun ini. Pemerintah mengalokasikan stimulus senilai Rp31 triliun, termasuk bantuan beras senilai Rp17,55 triliun untuk 33.244.408 keluarga dan subsidi upah sebesar Rp300.000 per bulan bagi 13,3 juta pekerja bergaji Rp3,5 juta.
Selain itu, pemerintah menanggung pajak penghasilan (PPh) bagi pekerja dengan gaji hingga Rp10 juta. Penggunaan rekening perbankan diharapkan mendukung kelancaran penyaluran berbagai bantuan dan insentif tersebut.
Pemerintah turut mendorong budaya menabung sejak dini melalui program rekening khusus pelajar. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 59,18 juta siswa dengan total saldo simpanan mencapai Rp27 triliun.
Airlangga menambahkan, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2026 mencatat tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan sebesar 69,57 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
(Rahmat Fiansyah)