sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,28 Triliun untuk Pembukaan 25 Juta Rekening Gratis

Economics editor Rohman Wibowo
22/10/2026 18:05 WIB
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk membuka 25 juta rekening bank gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk membuka 25 juta rekening bank gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (Foto: Dok. Setpres)
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk membuka 25 juta rekening bank gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (Foto: Dok. Setpres)

IDXChannel - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk membuka 25 juta rekening bank gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program satu orang satu rekening ini menyasar warga berusia di atas 17 tahun yang masuk kelompok desil 1-4, dengan setoran awal sebesar Rp50.000 per rekening.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan inklusi keuangan, tetapi juga mendukung penyaluran bantuan pemerintah dan kegiatan produktif masyarakat.

"Setoran awal disiapkan Rp50.000 dan anggarannya Rp1,28 triliun untuk sekitar 25 juta warga desil 1-4 di usia di atas 17 tahun. Ini kami dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan hanya soal pembukaan rekening," kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Airlangga menjelaskan, data calon penerima program disiapkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan bank syariah melalui pencocokan data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional meningkat dari sekitar 93 persen hingga mendekati 99 persen. Kepemilikan rekening diharapkan mempermudah masyarakat mengakses layanan keuangan sekaligus memastikan bantuan pemerintah tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran.

Program ini juga diselaraskan dengan penyaluran stimulus ekonomi tahun ini. Pemerintah mengalokasikan stimulus senilai Rp31 triliun, termasuk bantuan beras senilai Rp17,55 triliun untuk 33.244.408 keluarga dan subsidi upah sebesar Rp300.000 per bulan bagi 13,3 juta pekerja bergaji Rp3,5 juta.

Selain itu, pemerintah menanggung pajak penghasilan (PPh) bagi pekerja dengan gaji hingga Rp10 juta. Penggunaan rekening perbankan diharapkan mendukung kelancaran penyaluran berbagai bantuan dan insentif tersebut.

Pemerintah turut mendorong budaya menabung sejak dini melalui program rekening khusus pelajar. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 59,18 juta siswa dengan total saldo simpanan mencapai Rp27 triliun.

Airlangga menambahkan, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2026 mencatat tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan sebesar 69,57 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement