Rachmat mengaku mendapatkan tugas dari Presiden Prabowo untuk melaksanakan hilirisasi sawit. Karena itulah, dirinya meminta dukungan petani sawit seperti APKASINDO agar perencanaan pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik yang juga dirasakan oleh para pelaku usaha, termasuk petani.
Sementara itu, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono mengusulkan langkah konkret melalui pengembangan pabrik kelapa sawit milik koperasi. Untuk itulah, kementeriannya siap mendampingi koperasi petani memasuki industri pengolahan, termasuk mengakses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
“Saya mendorong koperasi petani sawit memperluas peranannya hingga ke industri pengolahan. Koperasi dibutuhkan dalam hilirisasi agar petani memperoleh manfaat yang lebih besar dari rantai usaha sawit,” katanya.
Dalam paparannya, Ferry juga menyampaikan rencana pengembangan pabrik berbasis koperasi berkapasitas sekitar 60 ton per jam dengan dukungan luas kebun sekitar 7.000 hektare. “Kami siap mendampingi koperasi-koperasi APKASINDO untuk bikin pabrik-pabrik kelapa sawit dan CPO,” ujarnya.
Terkait kemitraan, Ferry mendorong kemitraan koperasi petani dengan PT Agrinas Palma Nusantara dalam pengelolaan kebun sawit. “Saya minta APKASINDO dapat berperan memperkuat koperasi anggotanya sebagai mitra usaha," katanya.