Meski demikian, Selena mengimbau investor untuk tetap mencermati sejumlah risiko eksternal, seperti tren inflasi di Amerika Serikat (AS), arah kebijakan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed), serta ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi arus modal, nilai tukar, dan biaya pendanaan.
Dari sisi ketahanan domestik, industri perbankan nasional tercatat berada dalam kondisi yang sehat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan berada di level 24,1 persen, sementara rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bruto terjaga di posisi 2,1 persen per Agustus 2026.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 mencapai USD146,3 miliar, setara 5,3 bulan pembiayaan impor.
Adapun tingkat inflasi domestik pada September 2026 terkendali pada level 3,3 persen YoY.
Peluang ekspansi ekonomi juga didukung oleh program hilirisasi industri, di mana nilai realisasi investasi hilirisasi berhasil menembus Rp480 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026.