Dalam pelaksanaan acara tersebut, Kementerian UMKM menggandeng sejumlah pihak, termasuk Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PNM, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Mercy Corps, GoTo, dan DBS Foundation.
Program LAKSMI 2026 sendiri diikuti oleh 1.700 perempuan pengusaha mikro secara luring dan daring. Pendampingan akan dilanjutkan agar peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.
Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Mira Riyati Kurniasih mengatakan, kolaborasi dengan Kementerian UMKM menjadi bagian dari upaya membangun rantai pemberdayaan bagi keluarga penerima manfaat.
“Yang kita bangun adalah rantai pemberdayaan, mulai dari penguatan keluarga, menghubungkan keluarga yang sudah siap dengan peluang pengembangan usaha, hingga mengakselerasi kapasitas usahanya agar mereka naik kelas dan mencapai graduasi kesejahteraan,” kata Mira.
Mira menambahkan, Kemensos telah mendorong sekitar 14.000 keluarga penerima manfaat untuk dihubungkan dengan program pemberdayaan kewirausahaan Kementerian UMKM. Cakupan tersebut diharapkan dapat diperluas sehingga semakin banyak keluarga memiliki akses terhadap pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
(Kidung Dhia)