Menurut Sudaryono, operasional MBG merupakan kegiatan yang berlangsung rutin setiap hari. Dengan demikian, keuntungan mitra bukan berasal dari satu kali kegiatan, melainkan dari volume produksi yang terus berjalan.
"Ini kan bisa dibilang kan, MBG ini kan kalau katakanlah semacam kegiatan utilitas, utilitas itu rutin, harian, tapi kemudian pengembaliannya atau untungnya kan enggak gede, tapi volume, mainnya volume dan main panjang," imbuhnya.
Sudaryono menegaskan setiap rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dikelola secara tepat agar dapat dikonversikan menjadi manfaat yang optimal melalui program MBG.
"Setiap rupiah APBN kita harus betul-betul dikelola dengan bener, dan kemudian dikonversi dengan bener sehingga jadi MBG-nya bagus," ucap Sudaryono.
Ia menambahkan, pada awal pelaksanaan program, insentif SPPG memang ditetapkan sebesar Rp2.000 per porsi. Setelah sempat berubah menjadi Rp6 juta, pemerintah kini mengembalikannya ke skema berdasarkan jumlah porsi. Sehingga katanya, kebijakan ini bukanlah sesuatu yang baru.