Inisiatif ini dinilai efektif untuk memudahkan transaksi, memperkuat konektivitas ekonomi, serta membantu UMKM berpartisipasi aktif dalam perdagangan melalui sistem elektronik lintas negara.
“Pengalaman Indonesia dalam mengembangkan interkoneksi pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara seperti yang telah berjalan dengan Malaysia, Singapura, Jepang dan beberapa negara lainnya menunjukkan potensi besar sistem pembayaran digital berbasis standar QR dalam mempermudah transaksi UMKM dan memperluas jangkauan pasar mereka di kawasan OKI,” tutur Wamendag Roro.
Sebagai wujud komitmen nyata, Indonesia secara aktif memanfaatkan mekanisme pendanaan proyek COMCEC (COMCEC Project Funding) untuk mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya terkait upaya pengembangan instrumen pembiayaan perdagangan serta pengembangan produk dan jasa halal di kawasan OKI.
“Dengan mengatasi kesenjangan pembiayaan serta memperkuat kapabilitas UMKM di Kawasan OKI, kita dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha lokal untuk menjadi eksportir yang percaya diri dan kompetitif, baik di kawasan OKI maupun di lingkup yang lebih luas,” lanjutnya.
Terkait pembiayaan perdagangan, Roro mengatakan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang menyumbang sekitar 61 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai lebih dari USD500 miliar pada 2025.