Sedangkan, ekspor sektor pertanian turun terdalam sebesar 18,42 persen, diikuti sektor migas yang turun 9,11 persen serta sektor pertambangan dan lainnya yang turun 5,46 persen (CtC).
Jika dilihat dari komoditasnya, tiga komoditas nonmigas dengan peningkatan ekspor tertinggi adalah aluminium dan barang daripadanya (HS 76) yang melonjak 104,88 persen, tembaga dan barang daripadanya (HS 74) naik 57,49 persen, serta nikel dan barang daripadanya (HS 75) naik 47,87 persen (CtC).
Berdasarkan negara tujuan utama ekspor nonmigas Januari–September 2026, China menempati posisi pertama dengan nilai USD54,17 miliar dan pangsa ekspor sebesar 25,52 persen, disusul Amerika Serikat dengan nilai USD25,39 miliar dan pangsa 11,96 persen, serta India sebesar USD15,00 miliar dengan pangsa 7,07 persen.
Sementara itu, tujuan ekspor nonmigas Indonesia dengan pertumbuhan terbesar meliputi Hong Kong dengan kenaikan 43,69 persen, Mesir dengan 26,90 persen, dan Thailand dengan 20,50 persen (CtC).
(Nadya Kurnia)