Menurut Carpenter, gambaran inflasi menjadi semakin kompleks karena mulai muncul indikasi kenaikan harga energi merambat ke indikator inflasi inti.
Di tengah tekanan biaya hidup, investasi besar dalam teknologi AI turut menopang ketahanan sejumlah perekonomian. Investasi global di sektor teknologi AI tercatat telah melampaui USD1 triliun sejak tahun lalu.
Investasi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung aktivitas ekonomi, terutama di AS yang memimpin belanja modal untuk pengembangan AI. Belanja tersebut kini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi domestik AS.
Para ekonom memperkirakan ekonomi AS tumbuh 2,3 persen pada 2026 dan 2,1 persen pada 2027. Secara global, proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia juga meningkat. Dalam survei terbaru, ekonom memperkirakan ekonomi global tumbuh 3,0 persen pada 2026 dan 3,2 persen pada 2027.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi dalam survei Juli 2026, masing-masing sebesar 2,9 persen dan 3,1 persen. Meski demikian, proyeksi pertumbuhan global 2027 masih berada di bawah perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar 3,4 persen.
Perubahan proyeksi ini menunjukkan bahwa ekonomi global berpotensi menghadapi kombinasi pertumbuhan yang relatif kuat dan tekanan inflasi yang lebih tinggi. Situasi tersebut berbeda dari perkiraan pada survei April dan Juli yang lebih mengarah pada skenario pertumbuhan lemah dengan inflasi tinggi.
Kenaikan inflasi berpotensi menjadi tantangan bagi bank sentral di berbagai negara. Sejauh ini, sebagian besar bank sentral baru menaikkan suku bunga beberapa kali atau belum melakukan kenaikan sama sekali. Namun, tekanan harga yang semakin meluas dapat mendorong pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Di sisi lain, gejolak pasar obligasi global dalam beberapa bulan terakhir turut memperketat kondisi keuangan melalui kenaikan imbal hasil atau yield obligasi. Tekanan inflasi juga menjadi isu penting dalam dinamika politik di sejumlah negara karena kenaikan biaya hidup memengaruhi anggaran rumah tangga dan perhatian pemilih.
Dengan harga energi yang masih tinggi, perkembangan konflik Timur Tengah, serta potensi meluasnya tekanan harga ke berbagai sektor, arah inflasi global pada 2027 akan menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan pelaku pasar dan pembuat kebijakan.
(Shifa Nurhaliza Putri)