sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Biaya Energi Jadi Tantangan Industri Tambang, Elektrifikasi Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing

Economics editor Tangguh Yudha
05/11/2026 11:47 WIB
Industri pertambangan menghadapi biaya energi besar akibat ketergantungan pada bahan bakar diesel.
Biaya Energi Jadi Tantangan Industri Tambang, Elektrifikasi Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing (FOTO:Dok Ist)
Biaya Energi Jadi Tantangan Industri Tambang, Elektrifikasi Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing (FOTO:Dok Ist)

"Bagi industri pertambangan, elektrifikasi bukan lagi sekadar strategi keberlanjutan, tetapi keputusan bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Ketergantungan pada diesel menghadirkan tantangan biaya, distribusi, dan kepastian pasokan. Dengan teknologi yang semakin berkembang, perusahaan tambang kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengelola kebutuhan energinya secara lebih efisien dan andal,” ujar Karina dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Pengembangan elektrifikasi untuk sektor pertambangan tengah dilakukan di Kalimantan Timur antara lain mencakup kapasitas pembangkit energi hingga 80 megawatt (MW), sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 160 megawatt hour (MWh), serta penggunaan lebih dari 1.000 kendaraan listrik untuk mendukung kegiatan operasional tambang.

Sumber energi yang dikembangkan salah satunya berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di area void atau bekas lubang tambang yang telah terisi air. Energi yang dihasilkan dapat disimpan melalui BESS untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan listrik sesuai kebutuhan operasional.

Karina menegaskan, penerapan elektrifikasi tidak cukup hanya dengan mengganti kendaraan berbahan bakar diesel menjadi kendaraan listrik. Kesiapan pasokan energi, stasiun pengisian daya, bengkel, fasilitas perawatan, hingga sistem pengelolaan armada juga perlu diperhatikan.

“Elektrifikasi pertambangan bukan sekadar mengganti kendaraan diesel dengan kendaraan listrik. Yang terpenting adalah memastikan seluruh ekosistemnya siap, termasuk pasokan energi, charging station, workshop, maintenance, dan sistem pengelolaan armada,” kata Karina.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement