Sementara itu untuk sektor batu bara, pemerintah menjaga keseimbangan pasakon dan permintaan melalui pengaturan RKAB. Bahlil juga menegaskan untuk asas pemerataan, dia juga memberi memberi ruang bagi pengusaha lokal dengan skala kecil dan pelaku UMKM.
"Jangan biarkan orang daerah menjadi penonton. Jadikan orang daerah itu menjadi tuan di negeri mereka sendiri," ujarnya.
Bahlil juga menyikapi permintaan ekspor listrik dari negara lain. Dia mengingatkan ada kepentingan geopolitik di baliknya sehingga posisi tawar Indonesia harus dijaga.
"Boleh kita ekspor. Yang penting harganya kita yang tentukan," ujarnya.
Sebagai penutup, Bahlil menekankan bahwa pembentukan Kemenko dipastikan tidak menambah beban keuangan negara karena seluruh kebutuhan anggaran menggunakan anggaran Kementerian ESDM, dengan satu DIPA dan satu gaji menteri.
(NIA DEVIYANA)