Sebelumnya, Bahlil sempat mengumumkan rencana pemerintah untuk melakukan ekspor listrik ke Singapura. Namun hingga pertengahan tahun ini, rencana tersebut masih belum terealisasi. Salah satu kendalanya mengenai harga listrik yang ditawar oleh Singapura belum bisa diterima oleh pemerintah.
Bahlil mengatakan penetapan harga listrik yang akan dijual ke Singapura harus memberikan keuntungan seimbang bagi Indonesia dan Singapura. Regulasi di Indonesia menempatkan kewenangan penetapan harga tersebut pada pemerintah.
"Terkait dengan harga listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tetapi kita masih menegosiasikan harga. Regulasi kita memang menempatkan harga itu di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan. Kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua pihak. Tinggal di titik itu saja dan saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).
Sebagai informasi, ekspor listrik merupakan salah satu dari 26 kesepakatan yang dijalin oleh Pemerintah Indonesia dengan Singapura, dalam kunjungan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka Jakarta, pada Senin (6/7/2026) lalu.
(Febrina Ratna Iskana)