sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bahlil Bakal Evaluasi Kontrak Ekspor Gas dengan Negara yang Tak Menghargai Indonesia

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
22/10/2026 18:56 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia akan mengevaluasi kontrak ekspor gas dengan negara-negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak menghargai Indonesia.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia akan mengevaluasi kontrak ekspor gas dengan negara-negara yang tidak menghargai Indonesia. (Foto: Dok. ESDM)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia akan mengevaluasi kontrak ekspor gas dengan negara-negara yang tidak menghargai Indonesia. (Foto: Dok. ESDM)

Sebaliknya, pemerintah tetap membuka peluang kerja sama dengan negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Indonesia. Bahkan, Bahlil menyatakan pemerintah dapat menjajaki kontrak baru dengan negara yang membutuhkan pasokan energi meskipun sebelumnya belum memiliki kontrak dengan Indonesia.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menempatkan kepentingan nasional dan kedaulatan negara sebagai prioritas dalam pengelolaan sumber daya energi.

Dalam peresmian fasilitas produksi tersebut, Bahlil menyampaikan bahwa penambahan produksi gas mencapai sekitar 290 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Pemerintah juga menargetkan peningkatan produksi gas melalui pengembangan sejumlah lapangan baru dalam beberapa tahun mendatang.

Menurutnya, peningkatan produksi tersebut menjadi peluang untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pengembangan industri dalam negeri.

Pemerintah juga berencana membangun pusat hilirisasi petrokimia di Kalimantan Timur dengan memanfaatkan gas sebagai bahan baku. Langkah tersebut diharapkan menciptakan nilai tambah di dalam negeri, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah penghasil sumber daya alam.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement