Pengembangan produk simpanan tersebut sejalan dengan upaya BWS memperkuat struktur pendanaannya.
Hingga Juni 2026, BWS membukukan DPK sebesar Rp29,46 triliun. Sementara itu, dana murah atau current account saving account (CASA) mencapai Rp8,46 triliun, meningkat 7,49 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp7,87 triliun.
Seiring pertumbuhan tersebut, rasio CASA BWS naik menjadi 28,72 persen pada Juni 2026, dari 23,11 persen pada akhir 2025. Peningkatan porsi dana murah ini menunjukkan perbaikan komposisi pendanaan perseroan.
Analis Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi menilai, produk simpanan dengan nilai tambah dapat menjadi salah satu pembeda bagi bank di tengah persaingan industri. Selain itu, inovasi produk juga berpotensi memperkuat hubungan antara bank dan nasabah.
Menurutnya, bank yang mampu mengembangkan produk sesuai kebutuhan nasabah memiliki peluang untuk mempertahankan dana dalam jangka panjang.