Sementara itu, insentif DNDF ditingkatkan menjadi 25 persen untuk tenor 6 bulan dan 30 persen untuk tenor 12 bulan.
“Semakin lama investor asing itu tinggal di kita kasih insentif yang lebih banyak sehingga in total cost hedging-nya berkurang. Sehingga kalau di-net dengan return yang mereka peroleh, return-nya menjadi lebih baik,” kata Erwin.
Dengan penurunan biaya hedging tersebut, BI berharap imbal hasil bersih (net return) aset domestik menjadi lebih kompetitif bagi investor global.
Sebagai gambaran, yield SBN tenor 10 tahun berada di kisaran 7,09 persen, sementara imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di atas 5 persen.
Adapun BI memberikan insentif DNDF yang lebih tinggi dibandingkan Swap untuk tenor yang sama. Menurut Erwin, desain tersebut memiliki tujuan untuk mendorong investor asing menjual valuta asing (valas) yang dibawanya ke pasar spot domestik sebelum melakukan lindung nilai menggunakan DNDF.