Erwin mengatakan arus modal asing secara kuartalan sempat mengalami penyesuaian seiring perubahan preferensi investor global. Namun, minat terhadap instrumen domestik kembali menguat pada lelang instrumen moneter terakhir, meskipun imbal hasil (yield) berada di kisaran 6,76 persen.
“Sebagaimana umumnya investor, ketika ada harga di satu aset meningkat, harga imbalan di satu aset meningkat sementara imbalan di aset lain tetap, mereka tentu akan rethinking di dalam keputusan portofolio,” tutur Erwin.
BI Perkuat Insentif Hedging
Kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis poin pada September 2026 turut mendorong perubahan alokasi portofolio investor global. Untuk menjaga daya tarik aset berbasis Rupiah, BI memperkuat fasilitas insentif lindung nilai (hedging).
Insentif tersebut diberikan melalui instrumen Swap Lindung Nilai dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dengan skema bertingkat berdasarkan tenor.
Untuk instrumen Swap, insentif ditetapkan sebesar 15 persen untuk tenor 3 bulan, 20 persen untuk tenor 6 bulan, dan 25 persen untuk tenor 12 bulan.