sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Dekati Rp18.000 per USD, BI Buka Suara Soal Peluang Kenaikan Suku Bunga

Economics editor Anggie Ariesta
30/09/2026 15:04 WIB
Setiap pengambilan keputusan terkait suku bunga acuan bersifat data dependent atau sangat bergantung pada perkembangan data serta indikator ekonomi terkini.
Rupiah Dekati Rp18.000 per USD, BI Buka Suara Soal Peluang Kenaikan Suku Bunga. Foto: iNews Media Group.
Rupiah Dekati Rp18.000 per USD, BI Buka Suara Soal Peluang Kenaikan Suku Bunga. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) buka suara mengenai peluang penyesuaian suku bunga acuan BI-Rate di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang belakangan ini mendekati kisaran level Rp18.000 per USD.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea menegaskan bahwa setiap pengambilan keputusan terkait suku bunga acuan bersifat data dependent atau sangat bergantung pada perkembangan data serta indikator ekonomi terkini.

"Jadi suku bunga kebijakan itu data dependent, ada yang bisa bilang sekarang apa yang akan diambil oleh BI dalam RDG bulan depan, RDG November atau RDG Desember," kata Erwin dalam Taklimat BI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Erwin menekankan bahwa Bank Indonesia pada dasarnya telah memiliki sejumlah proyeksi serta perkiraan mengenai dinamika perkembangan ekonomi hingga penutupan 2026. 

Meski demikian, Rapat Dewan Komisioner (RDG) bulanan akan selalu melakukan asesmen komprehensif terhadap kondisi terbaru serta memutakhirkan prospek ekonomi sebelum menetapkan arah kebijakan moneter.

Pertimbangan tersebut diambil guna memastikan respons kebijakan yang dieksekusi merupakan langkah paling proporsional untuk memelihara stabilitas nilai tukar sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

"Apapun keputusan yang diambil oleh BI semuanya sifatnya data dependent, dan mudah-mudahan itu menjadi bagian dari respons terbaik yang bisa diberikan oleh Indonesia untuk tetap menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Erwin.

Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,22 persen ke posisi Rp17.936 per USD pada perdagangan Rabu (30/9/2026) pagi. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement