Kinerja keuangan BNI juga diimbangi dengan perbaikan kualitas aset. Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, menguraikan bahwa rasio non-performing loan (NPL) gross membaik dari 2,0 persen menjadi 1,9 persen, sementara rasio loan at risk (LaR) melandai dari 10,4 persen menjadi 7,8 persen.
Sebagai bentuk antisipasi risiko, BNI menjaga NPL coverage ratio di level 193,3 persen dengan total rasio pencadangan terhadap kredit sebesar 3,8 persen, berada di atas rata-rata industri sebesar 3,5 persen.
"Pengelolaan risiko dilakukan sejak penetapan sektor prioritas, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan pascapenyaluran kredit, didukung sistem peringatan dini yang terus diperkuat," ungkap David.
Dari sisi likuiditas dan permodalan, BNI mencatatkan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 87,9 persen, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 143,4 persen, serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) 128,4 persen.
Adapun rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada pada level solid 19,2 persen untuk menopang agenda transformasi perusahaan di bawah koordinasi Danantara Indonesia.