sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Kuartal III Tertinggi dalam Sejarah, Capai Rp27,5 T

Banking editor Febrina Ratna Iskana
27/10/2026 12:07 WIB
BNI membukukan laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) kuartal III tertinggi sepanjang sejarah perseroan.
BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Kuartal III Tertinggi dalam Sejarah, Capai Rp27,5 T. (Foto: Dok
BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Kuartal III Tertinggi dalam Sejarah, Capai Rp27,5 T. (Foto: Dok

IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) sebesar Rp27,5 triliun hingga kuartal III-2026, tumbuh 11,6 persen secara tahunan (year on year/YoY). 

Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode kuartal III, mencerminkan ketahanan fundamental perseroan di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan margin industri perbankan.

Kinerja tersebut didukung pertumbuhan kredit sebesar 22,2 perssn YoY menjadi Rp992,5 triliun, dengan distribusi yang merata di semua segmen. Dana murah atau current account savings account (CASA) juga tumbuh 19,6 persen YoY menjadi Rp733,7 triliun, sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross membaik menjadi 1,9 persen.

Di tengah dinamika ekonomi global, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20–21 Oktober 2026, BI mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen serta memutuskan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap mulai November 2026. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat likuiditas perbankan dan mendukung penyaluran kredit ke sektor produktif.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkualitas melalui penguatan fundamental dan pengelolaan risiko.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement