Selain itu, dari sisi hilir, ekosistem tersebut juga dapat diperluas melalui layanan oleh perusahaan pembiayaan dalam ekosistem grup, seperti Adira Finance dan Home Credit.
Nobuya juga menyebut, integrasi ini juga akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Pengalamannya sebelum memimpin Bank Danamon menunjukkan banyak investor internasional yang tertarik untuk berbisnis di Indonesia, sehingga membutuhkan layanan yang kuat dan terintegrasi dengan baik, termasuk untuk kebutuhan perjalanan dan aktivitas keuangan.
Integrasi Danamon dengan MUFG Jakarta juga diproyeksikan membuat entitas hasil penggabungan masuk jajaran lima besar perbankan di Indonesia berdasarkan aset. Dengan posisi aset Bank Danamon saat ini di kisaran Rp300 triliun dan MUFG Jakarta Rp200 triliun, maka nilai aset gabungan menembus Rp500 triliun.
"Dari sisi ukuran, kami akan menjadi nomor lima dalam industri perbankan Indonesia," ujar Nobuya.
Sementara itu, Senior Managing Corporate Executive, Head of COO-I & Head, Global Commercial Banking Business Group MUFG, Masatoshi Komoriya menilai, integrasi ini akan menunjukkan kombinasi antara kekuatan Danamon berupa pemahaman dan keahlian lokal dengan keunggulan MUFG dalam hal pengalaman global serta jaringan internasional. Kombinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kehadiran grup di pasar Indonesia.