Pertemuan BCBS pada 28–29 September 2026 yang dibuka oleh Erik Thedéen fokus membahas risiko perbankan global, evaluasi Global Systemically Important Banks (G-SIBs), standar stablecoins, risiko likuiditas, dan suku bunga.
Adapun gelaran ICBS pada 30 September–1 Oktober 2026 yang dibuka oleh Destry Damayanti mengusung dua agenda utama, yakni pengawasan perbankan yang tangguh di tengah perubahan struktural serta masa depan pengawasan perbankan digital.
Kehadiran Indonesia dalam keanggotaan BCBS melalui peran BI (pengawas makroprudensial) dan OJK (pengawas mikroprudensial) mempertegas komitmen nasional dalam berkontribusi menjaga stabilitas dan ketahanan sistem keuangan global.
(NIA DEVIYANA)